Law of Attraction dalam Islam: Apakah Bahaya dan Sesat?

Mungkin sahabat pembaca saat ini masih belum yakin seperti apa hukum law of attraction dalam Islam, untuk itu, hari ini kita coba ulas seperti apa hukum ini dalam pandangan Islam, apakah bahaya dan sesat?

Ini pendapat saya, setidaknya bagi penulis yang beragama Islam.

Memang hukum LOA saat ini sudah mulai dikenal oleh masnyarakat, bahkan pertanyaan apakah law of attraction itu nyata sudah mulai banyak dijawab oleh testimoni asli orang yang mempraktekannya, termasuk saya, lihat artikel sebelumnya.

Mari kita lihat faktanya dan ulasan lengkapnya.

1. Apa itu Law of Attraction?

Law of Attraction adalah hukum tarik-menarik dimana yang mirip akan menarik yang serupa. Sangat singkat dan sesederhana itu meski untuk praktek memang butuh pengalaman dan latihan.

Hukum ini banyak dikutip oleh para pembuat buku terkait self development, baik dari para penulis lokal hingga para penulis luar, yang semuanya memang cukup sukses.

Dari Napoleon Hill dengan buku supernya Think and Grow Rich, Rhonda Byrne dengan buku The Secret, hingga Pak Tung Desem Waringin dengan buku Financial Revolution dan Ippo Santosa dengan 7 Keajaiban Rezeki.

2. Law of Attraction dalam Agama Islam

Sampai hari ini, selama saya membaca banyak buku dengan topik the law of attraction, semuanya memiliki energi positif dimana tidak ada bahaya dan kesesatan SELAMA kita tetap yakin bahwa Allah lah yang menentukan segalanya.

Saya ulangi ya, selama Allah lah Tuhan yang maha kuasa dan yang menentukan segala hal keputusan takdir, hukum law of attraction tidaklah lebih istimewa dari pada hukum alam lain.

the law of attraction
Buku ke tiga saya dari seri the Secret.

Jadi, dari sekian banyak sumber yang selama ini saya dapatkan, law of attraction adalah hukum ketertarikan, dimana yang mirip akan menarik yang mirip dengannya, dan tidak ada hubungan bahwa hukum ini bahaya dan sesat.

Dari beberapa sumber ilmu agama Islam juga ada beberapa hadis yang erat hubungannya dengan LOA.

“AKU adalah seperti prasangka hambaku”

atau

“Allah tidak akan merubah suatu kaum selama kaum tersebut tidak mau merubah diri mereka sendiri”

Cukup jelas bahwa PRASANGKA ini sangat erat dengan sistem law of attraction dimana semua berada di ranah alam bawah sadar, hati dan pikiran manusia.

Jika suatu kamu mau merubah pola pikir buruk menjadi pola pikir baik dan positif, Allah niscaya akan merubah hidup mereka.

Pernah mendengar “Jika bersyukur Allah akan menambah…” ya itulah konsep mudahnya, berpikir baik dan cukup maka Allah akan menambah, sesederhana itu.

Contoh orang yang selalu murung dan berpikir buruk akan selalu diliputi keburukan, begitu juga sebaliknya dimana seorang yang selalu bersyukur dan berpikiran positif, akan selalu bahagia dan beruntung dalam hidupnya.

Itu fakta bahwa positve thinking sangat berpengaruh dalam menentukan kebahagian dan kehidupan.

Sederhananya, jika sahabat berpikir hal baik, maka hal baiklah yang akan terjadi, dan jika berpikir buruk, maka hal buruklah yang akan terjadi.

Secara pengertian seperti itu, TAPI prakteknya banyak orang yang salah..

Law of attraction sejatinya berjalan di dalam alam bawah sadar.

Apa itu alam bawah sadar?

Alam bawah sadar atau the subconscious adalah perilaku kesadaran manusia yang otomatis dan kadang tidak kita sadari, itulah mengapa disebut alam bawah sadar.

Contoh seperti bernafas, mengendarai motor atau mobil yang sudah terbiasa akan berjalan tanpa banyak berpikir.

Contoh lain seperti mau bersedekah dimana angka seribu rupiah dan sejuta rupiah akan tergantung alam bawah sadar masing-masing, apakah besar atau biasa saja? Yap itulah konsepnya.

Contoh: Jadi selama kita mau kaya tapi berpikir punya mobil Fortuner itu mahal dan sulit, ya selamanya akan sulit dicapai.

Rasa “sulit” itu hadir didalam hati nurani, dibentuk dari kebiasaan, lingkungan dan pengalaman hidup.

Bisa dirubah dengan merubah atau memprogram ulang alam bawah sadar, semoga di artikel selanjutnya bisa saya bahas.

3. Law of Attraction itu Bahaya dan Sesat?

TIDAK, selama Allah diatas segalanya, Allah yang menentukan takdir, dan Allah yang berkuasa.

Meski orang non-muslim sering menyebut Tuhan, Universe, Alam dan yang lainnya, kita sebagai Muslim tetap Allah sebagai tuhan kita, tidak ada yang berubah dan tetap dalam kuasaNya.

Jadi?

Apakah law of attraction sesat dan bahaya? Tidak.

Clear ya? Next konten mungkin bisa saya bahas lebih dalam.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

20 − thirteen =