Siapa Neville Goddard? Neville Goddard adalah salah satu tokoh utama gerakan New Thought yang populer di era internet. Ajarannya tentang Law of Assumption sering disamakan dengan Law of Attraction, namun secara filosofi lebih out-of-the-box.
Pada coretan kali ini kita akan bahas beberapa aspek terkait siapa Neville Goddard serta apa pandangan penulis sebagai orang Islam.
- Biografi ringkas dan guru spiritual Neville
- Apa itu Law of Assumption
- Analisis perbandingan dengan konsep Qadar dalam Islam
- Breakdown psikologi, neuroscience, dan spiritual
- Kesimpulan kritis berbasis data dan aqidah
Sebagai muslim, benteng terkuat kita adalah Tauhid, tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada yang serupa dengannya, dan semua takdir kejadian semua ada dalam kekuasaannya, tidak ada yang berkuasa selain Allah.
Siapa Neville Goddard?
Neville Lancelot Goddard lahir 19 Februari 1905 di Barbados dan wafat 1 Oktober 1972 di Los Angeles. Area Barbados, wilayah Karibia yang saat itu berada di bawah koloni Inggris. Ia berasal dari keluarga besar, umumnya disebut sebagai salah satu dari sembilan atau sepuluh bersaudara, dengan latar belakang keluarga kelas menengah.
Pada usia 17 tahun ia pindah ke New York, Amerika Serikat, untuk belajar seni drama dan mengejar karier di dunia teater. Sebelum dikenal sebagai pengajar metafisika, ia bekerja di produksi teater dan aktif dalam lingkungan seni pertunjukan.
Dalam kehidupan pribadinya, Neville menikah dua kali. Istri pertamanya adalah Virginia B. (sering disebut Virginia B. Siena dalam beberapa sumber), dan dari pernikahan ini ia memiliki seorang putra bernama Joseph Neville Goddard. Setelah bercerai, ia kemudian menikah dengan Iris Angela Johnson pada akhir 1950-an.
Ia menghabiskan sebagian besar masa dewasanya tinggal di New York dan kemudian menetap di Los Angeles, California, tempat ia juga wafat pada 1 Oktober 1972. Selain menulis dan berceramah, ia dikenal memiliki minat pada studi Alkitab, mistisisme, dan simbolisme spiritual, yang kemudian menjadi fondasi utama ajarannya.

Guru Spiritualnya: Abdullah
Sebagai tokoh New Thought, Neville banyak dipengaruhi oleh gurunya, Abdullah, seorang mistikus Yahudi asal Etiopia yang mengajarinya bahasa Ibrani dan Kabbalah. Ia menulis lebih dari 14 buku dan aktif mengajar selama lebih dari tiga dekade di berbagai kota di Amerika Serikat.
Warisannya tetap hidup hingga kini melalui rekaman ceramah, buku-buku, dan komunitas pembaca yang mengkaji ajarannya tentang imajinasi, kesadaran, dan transformasi diri.
Abdullah mengajarkan:
- Interpretasi simbolik Alkitab
- Konsep “I AM” sebagai nama Tuhan
- Teknik “assume the wish fulfilled”, asumsi keinginnan sudah tercapai.
Tidak ada bukti historis akademik tentang sosok Abdullah selain dari kesaksian Neville sendiri. Tidak ada data kredibel yang menyebut nama lain seperti Mustafa atau Ibrahim sebagai guru Neville.
Apa Itu Law of Assumption?
Inti ajaran Neville dirangkum dalam kalimat:
“Assume the feeling of the wish fulfilled.”
Prinsipnya:
- Imajinasi adalah Creator dalam diri manusia.
- Realitas fisik di luar adalah cerminan kesadaran.
- Apa yang diasumsikan dan dirasakan sebagai nyata akan menjadi nyata.
Berbeda dari Law of Attraction yang berbicara tentang “menarik energi”, Neville menyatakan bahwa dunia adalah proyeksi kesadaran internal setiap pribadi.
Referensi buku utama: Feeling Is the Secret (1944)
Neville vs Konsep Qadar dalam Islam
Konsep Qadar dalam Islam
Dalam Islam, takdir (Qadar) mencakup:
- Ilmu Allah (Allah Maha Mengetahui, dan tercatat)
- Penulisan takdir
- Kehendak Allah
- Penciptaan hanya oleh Allah
Referensi:
Perbandingan Fundamental
| Aspek | Neville | Islam |
|---|---|---|
| Sumber Realitas | Kesadaran manusia | Allah SWT |
| Tuhan | Imajinasi = Penciptaan | Allah Maha Esa (QS. Al-Ikhlas) |
| Takdir | Diciptakan asumsi kesadaran | Dalam kehendak Allah |
| Doa | Teknik manifestasi | Ibadah & tawakkal |
Kesimpulan Aqidah
Secara teologis, ajaran Neville bertentangan dengan tauhid karena menyamakan kesadaran manusia dengan Tuhan. Namun secara psikologis, beberapa konsepnya dapat dipahami sebagai mekanisme mental. Mental ini yang mempengaruhi perilaku menjadi lebih positif.
Breakdown Psikologi & Neuroscience
1. Self-Fulfilling Prophecy
Teori dari Robert K. Merton menjelaskan bahwa keyakinan dapat memengaruhi tindakan yang akhirnya mewujudkan keyakinan tersebut.
2. Reticular Activating System (RAS)
RAS di batang otak menyaring informasi berdasarkan fokus kita. Jika seseorang fokus pada peluang, otak lebih sensitif terhadap peluang tersebut.
3. Neuroplasticity
Studi menunjukkan bahwa visualisasi mental dapat mengaktifkan area otak yang sama dengan pengalaman nyata.
4. Placebo Effect
Analisis Spiritual Sebagai Titik Temu & Batas Aman
Titik Temu:
- Husnudzon kepada Allah
- Doa dengan keyakinan
- Perubahan internal mendahului perubahan eksternal
Batas Aqidah:
- Manusia bukan pencipta realitas absolut
- Kehendak tetap milik Allah
- Tawakkal bukan kontrol penuh atas takdir
Kesimpulan Versi Penulis
Neville Goddard adalah tokoh metafisika berpengaruh dengan ajaran tentang kesadaran dan realitas. Secara psikologis, sebagian konsepnya dapat dijelaskan melalui neuroscience modern. Namun secara teologis, ajarannya tidak sejalan dengan aqidah Islam.
Bagi Muslim, pendekatan paling aman adalah:
- Mengambil sisi disiplin mental & optimisme
- Menjaga tauhid secara utuh
- Menggabungkan doa, usaha, dan tawakkal
Meskipun, bisa saja jika kita berharap semua mimpi pasti terjadi, tetapi semua itu memang ilmu Allah, hanya saja jika kesadaran kita tetap positif dan baik, secara mental dan kehidupan kita akan lebih tenang.
Bagaiamana tidak, penulis jika merasakan bagaimana kesadaran ini bisa membuat hati lebih tenang, apalagi jika kesadaran dan ketenangan datang sebagai pelengkap tauhid, maka sepertinya kehidupan akan lebih bahagia,
Kebahagiaan itu hadir dari ketenangan, dan kesadaran ini dapat membantu kita dalam mencapai tingkat ketenangan luar biasa yang ujungnya akan damai dengan pasrah terhadap Allah Yang Maha Kuasa.